Wanita dan Pekerjaan

23 Aug
Ada kalanya kita ingin tau banyak hal, dan untuk memenuhi rasa keingintauan itu pun kita bertanya. Banyak hal yang ingin diketahui, seperti tentang pribadi seseorang, maka kita pun bertanya pada orang yang bersangkutan. Ada orang yang tidak suka ditanya-tanya tentang hal pribadinya, karena mungkin menganggap hal yang ditanyakan terlalu privacy. Beberapa hari ini saya sering bertanya kepada beberapa teman di kantor. Sekedar buat mendiskusikan beberapa hal, entah itu tentang pekerjaan, teman, keluarga, atau yang lainnya. Saya merasa sepi berada di kantor cabang baru. Pekerjaan kita juga sedang tidak overload, selain masih ada beberapa hal yang belum siap sedia. Setiap harinya saya berinteraksi dengan orang-orang yang usianya lebih tua dari saya, saya yang termuda. Saya senang berinteraksi bersama mereka, karena saya pun belajar banyak hal dari mereka. Seperti ia yang juga mengajari saya banyak hal. Sungguh suatu pelajaran yang berharga. Setidaknya saya belajar untuk menjadi lebih dewasa.

Minggu lalu saya chatting melalui Y!M sama salah satu teman yang sedang berada di luar kota, karena urusan kerjaan tentunya. Beliau masih cukup muda, lulusan S2 dari sebuah PTN terkemuka di Jawa Barat, sudah beristri dan mempunyai dua orang anak. Lantas saya tanya apa kabar istrinya?, istrinya kerja apa? apakah mengajar juga seperti beliau?. Cukup lama saya menunggu dan berpikir apakah yang saya tanyakan terlalu privacy. Sampai akhirnya beliau menjawab, “istri saya mengajar calon-calon mujahid islam”. Saya pun langsung mengerti maksudnya. Ya, istrinya seorang ibu rumah tangga. Lantas saya pun menimpali, “bukankah mengurus rumah, suami dan anak-anak adalah jihadnya seorang istri ya pak? bener gak?”. Saya agak ragu dengan pernyataan saya itu. Kemudian beliau menjawab, “ya betul sekali, hanya saja sekarang banyak yang mengejar dunia”, mungkin maksudnya mengejar karir. Saya tidak menanyakan latar belakang pendidikan istrinya, apakah lulusan S2 juga atau tidak. Saya merasa tidak enak untuk menanyakannya. Saya jadi teringat pernah ada yang bilang, percuma kita sekolah tinggi-tinggi kalau toh akhirnya harus jadi ibu rumah tangga. Apakah pendapat seperti itu bisa dibilang narrow minded? Jawab sendiri menurut pendapat anda masing-masing. Menurut saya berkarir atau tidak itu adalah pilihan. Untuk saat ini saya pun masih ingin berkarir, jika diberi kesempatan masih ingin melanjutkan sekolah. Saya masih perlu banyak belajar. Di akhir percakapan kami, beliau bilang kepada saya supaya jangan segan-segan mendiskusikan tentang pernikahan dengannya. Waduh! seperti saya sudah ingin menikah saja.

Wanita yang berkarir cenderung memiliki sedikit waktu bersama keluarga. Apalagi yang kerjanya full time dari pagi hingga sore. Saya pun merasakannya. Waktu kerja saya 6 hari seminggu. Hari minggu lah waktu yang tersisa untuk keluarga, itupun jika tidak ada acara dari kantor, seperti trainning, workshop, atau acara apa lah. Dulu waktu masih ada ibu ini, dia lah yang paling kekeuh tidak akan hadir kalau ada acara kantor di hari minggu. Hari minggu pun kadang tidak bisa dipakai untuk bersantai-santai, karena ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terkadang saya juga suka kelayapan di mall atau pusat-pusat perbelanjaan sekedar buat window shopping.

18 Responses to “Wanita dan Pekerjaan”

  1. ezZa 23/08/2008 at 5:22 am #

    PERTAMAX…

  2. ezZa 23/08/2008 at 5:23 am #

    KEDUAX…

  3. ezZa 23/08/2008 at 5:24 am #

    klo nurut aku sih…

    wanita lebih pantes dirumah…

    ngurusin anak…

    ternyata yana ni banyak nanyo yo…

    ahahahahahhahahaha…

    ado “ia” nyo pulo…

    jadi, kapan nikah…???

  4. Nike 23/08/2008 at 7:48 am #

    Apapun pekerjaannya, lakukanlah sepenuh hati dan yang terbaik yg bisa kamu kerjakan, dan yang Insya Allah bernilai ibadah.
    Kerja itu bukan semata-mata mencari materi semata.

  5. Arten 23/08/2008 at 7:50 am #

    *uhuk-uhuk*

    numpang batuk dek yana ye..😀

  6. trendy 23/08/2008 at 10:08 am #

    apapun pekerjaanya yang penting ada waktu buat main games!
    wekekkekeke!

  7. Ilham 24/08/2008 at 11:59 am #

    Kalo aku sih, sah2 saja melihat wanita berkarir, asalkan jangan berkurir saja😀.. at least apapun jenis pekerjaan yang dimiliki seorang wanita, aku selalu menyukurinya.. emang sih aku gak munafik lebih suka sama cewek yang punya pekerjaan seperti perawat atau guru, karena kalo dia perawat, ntar bisa ngerawat anak kami yang sedang sakit, trus klo dia guru, bisa ngajarin anak saya supaya pinter di sekolah, kkekekeek.. serasa mo nikah saja🙂 i hope i found that girl .. mmmm

  8. Ranny Rachma Suci 24/08/2008 at 1:08 pm #

    sekarang kan sdh era emansipasi wanita, jadi freedom aja

  9. Aan 25/08/2008 at 1:59 am #

    TRIANA NGIDAM NIKAH™

  10. Triana 25/08/2008 at 5:52 am #

    @ezza :iyo yeh, banyak nanyo nian aku nih, alias nak tau bae, huahahaha..

    @nike : iya mbak, makasih atas nasehat dan bimbingannya selama ini.

    @arten : huehehe..maklum lah tuo ye dak kas? jadinyo batuk2 terus😛

    @trendy : gamer sejati nian dirimu nih😛

    @ilham : amiiin..gek kalo lah ketemu am, jangan lupo di kenalke samo ayuk yeh..

    @ranny rachma suci : yup. bener banget.

    @aan : ya elah an, i’m still nineteen cak itu nah, emang lah boleh nikah yeh??😀

  11. Au' 25/08/2008 at 6:34 am #

    Emang nineteen jd blm blh nikah ye?😀

    IMHO : wanita berkarir why not, selama sang suami ngizinin dan ada tujuan untuk kebaikan bersama. Tp kl suami sdh mampu, why not jg istri jd IRT aja, nilai2 yg dijalanin itu akan lbh mulia ketimbang dia kerja di luar.

  12. Au' 25/08/2008 at 6:34 am #

    Emang nineteen jd blm blh nikah ye?😀

    IMHO : wanita berkarir why not, selama sang suami ngizinin dan ada tujuan untuk kebaikan bersama. Tp kl suami sdh mampu, why not jg istri jd IRT aja, nilai2 yg dijalanin itu akan lbh mulia ketimbang dia kerja di luar.

  13. easy 27/08/2008 at 1:40 am #

    saya pengennya jadi wanita karir tapi yang tidak terikat waktu. so, salah satu cara ya jangan terikat sebagai pegawai🙂

    wanita, setinggi2nya karir dia, yang terpenting tidak melupakan tugas & kewajibannya sebagai seorang istri jika nanti sudah menikah. itu aja sih.. :d

  14. Bayu 08/09/2008 at 8:41 am #

    Mohon dukungannya ya , karena saya sedang berusaha melakukan PT di blog wongkito… Thx Bayu

  15. ariefdj 10/09/2008 at 7:10 am #

    wah, wanita karir ya ?..

  16. yu'nitz 21/09/2008 at 8:07 pm #

    🙂 kalo biso bantu suami kelak kan lebih baik🙂 tp yo atas izin suami, yeh dak😀

    eh btw, ini bahasan ttg suami bukan?? wekekkek..

    TANYA KENAPA??

  17. yu'nitz 21/09/2008 at 8:07 pm #

    🙂 kalo biso bantu suami kelak kan lebih baik🙂 tp yo atas izin suami, yeh dak😀

    eh btw, ini bahasan ttg suami bukan?? wekekkek..

    TANYA KENAPA??

  18. bambangsriwijonarko 18/11/2008 at 5:36 pm #

    [Pecah Telok]
    Nama : Bambang Sriwijonarko, S.Ip
    Pekerjaan : TNI AD / Hubdam VII/Wrb
    TTL : Baturaja, 19-09-1980
    Dibesarkan di: Lubuk Linggau
    Alamat : Jl. Cendrawasih No.420 Makassar Sul-Sel
    YM id : bambang_sriwijonarko
    Blog : http://bambangsriwijonarko.wordpress.com

    Sudah lama saya ingin bergabung tapi sampai saat ini belum terlaksana, atas perhatiannya sy ucapkan Makasih
    By. Wong Kito yg ado diperantauan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: