I Heart You

19 Mar

Hari itu adalah hari terakhir dia berada di kota ini. Kami berdua terdiam sedari tadi, bahkan sejak dalam perjalanan menuju kesini dia berbicara seperlunya saja. Entah mengapa sikapnya berubah seperti itu, padahal dia orang yang talk active.

Ponsel ku bergetar, ada SMS masuk, tertera nama dia di layar.

“kecil, would you be mine?”

Aku menoleh padanya yang berada disampingku, menatapnya dengan ekspresi heran.

“maksudnya apa, gak ngerti?”

“apa sih? emang barusan aku bilang apa?”

“ini di SMS”

“ya balesnya di SMS juga dong”, katanya dengan tampangnya yang dibuat lucu.

Oke, aku mengetik SMS balasan.

“dasar org aneh, mksdnya apa nih? ngomong lngsng aja knpa sih?

“hehehe,,biarin aneh, tp kamu suka kan :p”

“dasar geje”

Sejurus kemudian dia memegang kedua bahuku, membalikan badanku sehingga kami berhadapan. Dia pun mulai berbicara sambil menatapku serius.

“Kecil,,i heart you so much. And i know you heart me too. Listen to me, segera setelah aku menyelesaikan urusan ku disana, aku akan menetap disini, aku akan kerja disini. Kecil, would you be my wife?”

Aku menghela nafas. Dia melepaskan tangannya dari bahuku. I was speechless at that time, indeed. Aku tidak pernah melihatnya berbicara seserius itu. Apalagi dia memanggilku kecil, sama seperti panggilan Keenan untuk Kugy dalam Perahu Kertas. Tokoh Keenan yang begitu aku sukai, dia kah Keenan ku?

Lama kami berdua terdiam, dia menungguku bicara. Aku tidak bisa terus diam, setengah jam lagi keberangkatannya. Dengan terbata-bata aku pun akhirnya bicara

“ehm…ehm..aku..aku..aku belum bisa kasih jawaban sekarang. Biarkan aku shalat istikharah. Kamu juga perlu shalat istikharah”

“I did, twice. Then i’ve found you in my dreams. Dan aku yakin”

“iya, tapi aku kan belom”.

Sebelumnya kami tidak pernah terbawa dalam suasana seserius itu. Rasanya aneh, mengingat kami memang tidak pernah serius.

“aku gak maksa minta jawaban kamu saat ini juga, segera setelah kamu mendapatkan jawabannya, kamu beritahu aku ya. oke kecil?”

Dia mengacak-acak jilbab ku, memperlakukan ku persis seperti anak kecil, ditambah ekspresinya yang dibuat manis membuatku tak bisa menahan senyum. Kami berdua terkekeh, heu. Cuma dia yang bisa begitu.

Palembang, suatu hari di bulan februari 2010

10 Responses to “I Heart You”

  1. Au' 19/03/2010 at 2:42 pm #

    Pertamaxxx kah?

    Ewww,kecil yah?? hehehe…

    Non fiksi yg di fiksikan kale nih😛

  2. rurumichan 19/03/2010 at 4:25 pm #

    wuah ria so sweet bgt hehe..
    i love the way u made d story,it seems to be d real witness of yours haha
    kayaknya jawabannya iyaaa yaaahh hehe ^o^
    jangan lupa undangannya yaaa😀

  3. Ranny 19/03/2010 at 6:12 pm #

    ehem..ehem…ehemmm

  4. Melky 19/03/2010 at 6:20 pm #

    Haihaihaiah Triana sudah besar yah …
    Tetap Maju !!!

  5. Asop 20/03/2010 at 4:37 am #

    Waaauw… diterima kah?🙂

  6. Hajier 21/03/2010 at 3:30 pm #

    So sweet…
    Apakah ini nyata atau fiksi belaka?
    Kalau nyata, saya ucapkan selamat…

  7. suzannita 23/03/2010 at 12:56 pm #

    hmmmmm… siapa itu ??? hayo triana ngaku aja… selamat ya😀

  8. Triana 23/03/2010 at 1:13 pm #

    @ All:

    ini cerita fiksi koq ^___^

  9. Abu Ghalib 24/03/2010 at 9:37 am #

    kalo pun ini cerita fiksi
    setidaknya pasti menggambarkan suasana hati penulisnya🙂
    ditunggu lanjutan ceritanya

  10. yadi 26/03/2010 at 4:39 pm #

    numpang lewat lagi…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: