Canting Cantiq

4 May

Semalam saya menyelesaikan membaca satu novel teenlit, iya teenlit alias teenager literature, yang berjudul Canting Cantiq. Sudah lama saya tidak membaca novel jenis teenlit, terakhir novel teenlit yang saya baca itu berjudul Me Versus High Heels. Itu pun sudah lama sekali ketika saya masih SMA. Selanjutnya saya membaca novel metropop, novelnya Sidney Sheldon, dan novel lain yang bukan teenlit.

Saya temukan Canting Cantiq tergeletak diatas meja teman kerja saya bersama beberapa buku lainnya. Lalu kemudian saya pinjam karena tertarik dengan covernya yang bagus, selain itu karena ingin membaca cerita yang ringan. Canting Cantiq ini merupakan novel ketiga karya Dyan Nuranindya, si penulis novel yang sudah difilmkan, Dealova.

Cerita novel ini sangat biasa, tentang seorang cewek kaya raya, anak  seorang pengusaha, cantik, modis, fashionable, manja, lalu kemudian kehidupannya berubah 180 derajat karena sang ayah gulung tikar. Kita bisa temukan cerita serupa di berbagai novel teenlit lainnya, yeah.

Novel ini juga mengingatkan saya pada The Devils Wears Prada –film yang diperankan oleh aktris senior Meryl Streep dan Anne Hathaway- karena temanya tentang Fashion Designer. Mengangkat soal kebaya dan batik,  itulah yang ingin disampaikan Dyan kepada kita. Dijelaskan bagaimana batik menjadi suatu maha karya yang sangat bernilai. Tentang nilai sebuah kreativitas, bahwa suatu karya menjadi mahal dan berharga karena proses pembuatan dan ide kreatif sang maha karya.

Melanie Adiwijoyo, bercita-cita menjadi seorang model internasional dan sangat ingin menjejakan kakinya sebagai seorang model di kota fashion, Paris. Ia sangat concern akan penampilan. Ia tidak segan-segan mengkritik outfit yang dikenakan seseorang. Melanie merupakan putri tunggal pengusaha mebel ternama, Aryo Adiwijoyo. Diusia kanak-kanak sang ibu telah pergi meninggalkannya, dan diusia 18 tahun menyusul ayahnya yang meninggal karena serangan jantung. Disaat usaha ayahnya mengalami kebangkrutan.

Hal itulah yang menyebabkan Melanie akhirnya harus tinggal di rumah Eyangnya di Jogja. Di Jogja, Melanie tinggal di satu rumah kos milik Eyangnya, rumah itu bernama SODA124 (dibaca jadi SODARA). Sejak tinggal di rumah Eyangnya, Melanie harus membiasakan diri mengubah gaya hidupnya. Tidak ada lagi pembantu yang melayaninya. Ia harus mencuci baju, mencuci piring, bersih-bersih rumah, semuanya ia lakukan sendiri tanpa ada yang membantu. Melanie sempat shock dengan keadaan itu, ditambah lagi ia awalnya tidak suka dengan para penghuni kos. Ada Dido cowok berkacamata tebal yang rambutnya persis tokoh kartun Fido Dido. Saka, cowok yang suka berpakaian tradisional. Dara, gadis yang rambutnya di-highlight pink. Aiko, gadis berwajah oriental yang suka memakai minyak telon, Jhohny yang berambut kribo, Ipank pemuda pecinta alam yang temperamental, serta Bima cowok ganteng yang pendiam.

Sampai akhirnya Melanie bertemu dengan Fashion Designer terkemuka, Aryati Sastra. Aryati lah yang melihat potensi Melanie di bidang fashion. Berkat ajaran Aryati serta dukungan semangat dari Bima, Aryati akhirnya menjadi seorang Fashion Designer dan memiliki label sendiri untuk hasil karyanya.

Sebuah novel manis yang sangat ringan dan mudah dipahami. Dialognya yang cerdas dan lucu membuat pembaca tidak bosan membaca novel ini. Kisah cinta Bima dan Melanie juga manis sekali. Canting Cantiq saya beri nilai 7/10. Dan diakhir cerita kalian akan menemukan jawaban mengapa novel ini diberi judul Canting Cantiq.

Selanjutnya, saya tengah mencari novel Dyan yang keempat, Cinderella Rambut Pink, yang merupakan kisah Oscar (adik Bima) dan Dara.

25 Responses to “Canting Cantiq”

  1. Cahya 05/05/2010 at 1:12 am #

    Lha, Triana kapan buat novelnya sendiri? Sepertinya kisahmu yang kemarin menarik – hanya saja tidak diungkap jelas dalam blog🙂

    • Triana 10/05/2010 at 11:44 am #

      hihihi…kisah yang kemarin itu bukan untuk konsumsi publik mas *ngeles*😛

  2. neng ucrit 05/05/2010 at 1:56 pm #

    baru tau kepanjangannya teenlit.. heu..tuh.. kapan bikin teenlit sendiri ?😛

  3. yani 05/05/2010 at 8:03 pm #

    sampai sekarang belum pernah tertarik untuk baca teenlit.. apa ada yg bener2 bagus dan ceritanya berbeda dgn yg lain, ria?

    • Triana 10/05/2010 at 11:51 am #

      teenlit cocok kalo lagi pengen baca bacaan santai dan gak perlu menguras otak untuk memahami ceritanya. karena teenlit ceritanya so ringan. sejauh ini rata2 teenlit yg saya baca blm ada yg ceritanya beda dr yg lain🙂

  4. Neng Ucrit 10/05/2010 at 8:15 am #

    @mb yani : yang bagus teenlit yang judulnya `Does my head look big in this? – Memangnya kenapa klo aku pakai jilbab` karangan Randa Abdel Fathahceritanya ttg perjuangan gadis remaja di Amerika sana sebagai full timer (yang pakai jilbab seharian).. recommended lah.. aku sendiri blum baca sih xixixi.. cuma pernah baca resensinya aja.. look good..

    • Triana 10/05/2010 at 11:57 am #

      nah kayaknya bagus tuh crit, td jg udah baca review di blog yg link-nya lo kasih td. jd pengen baca ih.

  5. Neng Ucrit 10/05/2010 at 12:01 pm #

    ah kamu selalu ingin apa saja yg aku recommend
    ntr aku recommend ikhwan ganteng mau juga lagi,, qeqeqe😛

    • Triana 10/05/2010 at 12:23 pm #

      😆
      klo ikhwannya ganteng, soleh, dewasa, smart, pengertian, humoris, ya jelas mau banget lah😛

  6. Mawar Desa 10/05/2010 at 1:56 pm #

    dimana2 ikhwan mulu,di bacaan yang berbobot pun jadi ga berbobot kalau yang komen si Dindin (fish_hit)

    • Triana 10/05/2010 at 2:10 pm #

      huakakak..tau tuh si dindin ngomongin ikhwan mulu. sama aku jg sering bgt ngomongin ikhwan😆

  7. Neng Ucrit 10/05/2010 at 2:06 pm #

    @mawar ndeso : lah kamu ga liat komen aku yang buat mb yani itu? apa kurang berbobot? *timpain kulkas*

  8. Neng Ucrit 10/05/2010 at 2:09 pm #

    kenapa ga pk reply aja ya aku.. LOL😆

    • Triana 10/05/2010 at 2:11 pm #

      jgn disamain sama blog kamu yg ga ada fitur replynya😆

    • Mawar Desa 10/05/2010 at 2:11 pm #

      baru nyadar juga…nih udah aku wakilin =))…

  9. Mawar Desa 10/05/2010 at 2:10 pm #

    tetep aja kan membelokkan jalan2 yang sudah lurus dan di ridhoi :-” :-“

    • Neng Ucrit 10/05/2010 at 2:13 pm #

      awas ya klo ketemu (idiot)

      • Mawar Desa 10/05/2010 at 2:15 pm #

        kamu kalah gede ama aku…jangan macem2 (fish_hit)

      • utmieko 10/05/2010 at 2:23 pm #

        wkwkwkwkwk *membawa utaian tali rapia buat cheerleader* yahooooo

  10. Neng Ucrit 10/05/2010 at 2:19 pm #

    eh udah eh.. bisa2 masuk Akismet loh =))

  11. rurumichan 10/05/2010 at 5:39 pm #

    wuah jadi pgn baca ria hehehe kayakny seru
    ini ad kisah cintany gak?

    • Triana 10/05/2010 at 5:47 pm #

      ada ru kisah cintanya. baca deh, cerita ringan yg asik buat temen nyantai atau buat ngilangin penat dr tugas2 kuliah yg seabrek:mrgreen:

  12. katarina 07/06/2010 at 3:10 pm #

    kak novel pertama ny apa

  13. nida 15/03/2011 at 4:58 pm #

    mau tanya dong, ada canting cantiq kedua ga ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: