Archive | Review Film RSS feed for this section

How I Met Your Mother (HIMYM)

10 Apr

Ngga koq, saya ga akan cerita gimana saya ketemu Ibunya seseorang 😛

Saya mau nyeritain HIMYM American TV Series itu looh, HIMYM adalah American Sitcom pertama yang bisa bikin saya ngakak brutal sewaktu menontonnya. Beneran deh ya HIMYM tuh kocak banget, dialognya cerdas, inspiratif, tapi sekaligus juga bisa bikin ngakak. Tapi semua itu juga tidak terlepas dari peran para pemainnya, yang mampu menghidupkan cerita dan terkesan sangat natural. Ted, Marshall, Lily, Robin, and the Legendary one, Uncle Barney!! Aaaaak saya suka banget sama Uncle Barney, too bad he is a gay in real life. Sejak awal nonton saya emang udah suka sama Uncle Barney, dia itu yang paling kocak, to the point, always suit up! alias selalu pake jas kemana-mana. Cerita awal kenapa dia selalu pake jas itu sebenarnya menyedihkan, tapi lucu juga sih, hahaha. Kalo Ted itu mirip saya, suka overthink gitu deh.

Serial ini sebenernya udah lama banget dari tahun 2005, dan sekarang udah masuk Season ke-7. Tapi saya baru nonton di tahun 2012 ini, dan itu karena ada yang berbaik hati ngasih saya serial ini lengkap dari Season 1-7, thank you to Azmi. Dapet bonus Trilogy The Lord Of The Rings yang extended version lagi, hohoho 😀

Ya udah deh ya, kalian yang penasaran langsung aja tonton serial satu ini. Pokoknya HIMYM itu Brilliant, Hillarious, and L-E-G-E-N…wait for it! D-A-R-Y!! Legendary!! 😆

Ted’s Quotes

“We’re gonna get older wheter we like it or not so the only question is wheter we want to get on with our lives or desperately cling to the past and end up like that”

“Love isnt a science, you can’t calculate feeling. You see, sometimes in life you just have to accept that certain things can’t be explain”

Barney’s Quotes

“Let me tell you about a little something I like to call mind over body. You see, whenever I start feeling sick, I just stop being sick and be awesome instead. True story!”

“Ted, your problem is all you do is think, think, think. I’m teaching you how to do, do, do.”

“All my life, I have dared to go past what is possible… To the impossible? Actually, past that, to the place where the possible and the impossible meet to become……the possimpable.”

“Ted, I believe you and I met for a reason. It’s like the universe was saying, “Hey Barney, there’s this dude, he’s pretty cool, but it is your job to make him awesome!” (saya ngakak pas bagian ini, sumpah ya gayanya Barney waktu ngomong ini pede dan sok yes banget) 

Marshall’s Quote

“Lily, there are a million reasons why I love you. You make me laugh, you take care of me when I’m sick, you’re sweet, caring and you even created an egg dish and named it after me… But the main reason is you’re my best friend, Lily. You’re the best friend I’ve ever had” (Jadi inget Kuch Kuch Hota Hai, Cinta adalah Persahabatan)

Lily’s Quote

“I love you because you’re funny, you make me feel loved, and you make me feel safe. But the main reason that i love you is you make me happy all the time”

Advertisements

The Adventures of Tintin : The Secret Of The Unicorn

9 Dec

Saya bukan penggemar komik Eropa karena sejak kecil saya lebih akrab dengan komik Jepang (manga), lalu beranjak remaja saya mulai mengenal komik Korea (mahnwa), namun begitu saya cukup familiar dengan tokoh Tintin (dalam bahasa aslinya dilafalkan Tangtang), walaupun tidak pernah membaca satu pun serial komiknya.

Tapi, begitu tahu bahwa kisah wartawan muda berjambul ini akan dibuat film, terlebih lagi filmnya akan disutradarai oleh Steven Spielberg & Peter Jackson, maka saya pun antusias sekali menunggu kehadiran film ini tayang di bioskop. Setelah 7 bulan lamanya menunggu, akhirnya saya bisa menyaksikan The Adventure of Tintin : The Secret of the Unicorn.

Dahulu terdapat sebuah kapal legendaris, Unicorn, milik Kapten Francis Haddock. Kapal tersebut tenggelam setelah berseteru melawan perompak Red Rackham. Beruntung Francis Haddock berhasil menyelamatkan diri dan membawa sebagian hartanya, sementara Red Rackham hilang tenggelam bersama Unicorn.

Francis Haddock menyimpan hartanya di sebuah rumah yang tidak diketahui. Petunjuk untuk menemukan rumah tersebut ada pada gulungan kertas yang diselipkan pada tiga buah miniatur Unicorn. Dua buah miniatur ada pada Ivanovitch Sakharine dan Tintin. Sakharine kemudian menculik Tintin untuk merebut miniatur yang ada padanya. Tintin disekap di atas kapal Karaboudjan. Disana ia bertemu dengan Kapten Archibald Haddock, keturunan terakhir Francis Haddock. Belakangan diketahui pula bahwa Ivanovitch Sakharine adalah keturunan Red Rackham.

Tintin dan Archibald Haddock yang berhasil menyelamatkan diri kemudian memulai petualangan mereka berburu miniatur terakhir, tentu saja Tintin ditemani oleh anjing setianya, Snowy (aslinya bernama Milo?). Mereka pun harus bersaing dengan Sakharine yang juga memiliki misi yang sama. Lalu apakah Tintin & Haddock atau Sakharine yang berhasil mendapatkan harta peninggalan Francis Haddock? Tonton dan nikmati sendiri petualangan Tintin, Snowy dan Kapten Haddock. 😉

Film ini merupakan film animasi motion capture seperti pada film The Polar Express, A Christmas Carol, Avatar, dan lain sebagainya. Suguhan visual yang disajikan benar-benar memanjakan mata saya. Sebuah film kartun namun terlihat lebih hidup. Gambarnya sangat detail dan terlihat nyata, terutama tekstur wajah para tokohnya, bangunan, laut, padang pasir, semuanya. Ceritanya juga seru dan menghibur. Ulah detektif Thompson dan Thomson beberapa kali membuat saya tertawa. Cerdiknya Snowy serta kekonyolan Archibald Haddock juga jangan dilupakan. Secara keseluruhan saya puas dengan film ini. Can’t wait for the sequel!

Berikut kutipan  percakapan yang saya suka, antara Tintin dan Kapten Haddock, agak tidak menyangka kapten Haddock yang mengucapkan kata-kata tersebut.

Captain Haddock : I thought you were an optimist.
Tintin : You were wrong, weren’t you? I’m a realist.
Captain Haddock : Ah, it’s just another name for a quitter.
Tintin : You can call me what you like. Don’t you get it? We failed.
Captain Haddock : Failed. There are plenty of others willing to call you a failure. A fool. A loser. A hopeless souse. Don’t you ever say it of yourself. You send out the wrong signal, that is what people pick up. Don’t you understand? You care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There’s something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat you. 

Bagaimana menurut kalian yang sudah membaca komik Tintin? Apakah ceritanya sesuai dengan apa yang digambarkan di komik?

Kondangan KCB 2

12 Oct

Apa yang biasa kamu lakukan di hari minggu? Kalau saya, aktivitas di hari minggu, kalau tidak ada kondangan ya paling di rumah saja. Mencuci, menyetrika, bersih-bersih rumah, atau jika sedang malas ya tidur seharian.

Kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan salah satu dosen ditempat saya bekerja. Acaranya berlangsung di gedung SMKN 3 Palembang. Seharusnya saya datang bersama Ilham, tapi karena saya bangun kesiangan, akhirnya saya ditinggal. Jadilah saya pergi diantar oleh kakak saya. Saya tiba di tempat kondangan jam setengah dua belas, dan sudah ramai para undangan. Saya langsung bergabung dengan rombongan teman saya.

Saya lihat konsep resepsi yang ada begitu tertata, saya suka pelaminannya yang simple dan elegant, dengan motif renda warna hijau muda kombinasi putih. Kedua mempelai menggunakan baju adat Palembang berwarna keemasan, cantik sekali.

Sepulang kondangan saya dan 4 orang teman saya beralih ke International Plaza (IP) dengan tujuan ke Studio 21, kami akan menonton Ketika Cinta Bertasbih 2. Biasanya, saya selalu menonton di Studio 21 Palembang Indah Mall (PIM), tapi kemarin teman-teman saya mengajak menonton di IP saja dengan pertimbangan harga tiket untuk akhir pekan di studio 21 IP lebih murah dari Stuio 21 PIM. Walaupun kenyamanannya jelas sangat berbeda.

Selama kurang lebih dua jam berada di dalam studio yang kurang terasa sejuk dan  seperti bau obat, empat kali saya ketetesan air yang entah air apa itu. Tiga kali filmnya putus-putus dan harus menunggu beberapa detik sampai kembali normal. Sampai ada satu penonton yang nyeletuk, “maklumin aja lah, namanya juga harga 20 ribu”. Kalau kata Huang juga, pengalaman 20 ribu, hwhwhwhwhw.

ketika-cinta-bertasbih-2
Meskipun saya tidak menonton KCB 1, dan sebagai orang yang telah lebih dulu membaca novelnya, menurut saya KCB 2 cukup bagus, cukup menghibur, dan cukup mengharukan. Ratingnya 3.5/5. Saya suka melihat pemeran Furqon ketimbang Azzam, lebih suka Husna daripada Anna, dan suka sekali melihat Asmirandah berjilbab. Ilham yang duduk disebelah saya pun sampai terkagum-kagum. Beberapa hal yang saya tangkap dari KCB 2, antara lain:

  1. Kalau memang sudah jodoh tidak akan kemana. Walau prosesnya berliku, pada akhirnya Azzam dan Anna bertemu juga dalam suatu pernikahan.
  2. Kalau ingin mencari istri tidak perlu cantik, yang penting enak dipandang.
  3. Latar belakang pendidikan itu penting, paling tidak harus sama-sama Sarjana.
  4. Pilihan orang tua itu patut diperhatikan, apalagi naluri seorang ibu. Seperti ibunya Azzam yang memang sudah sangat menyukai Anna sejak awal.
  5. Perlu ikhtiar dan tawakal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, begiu juga dalam mencari jodoh.
  6. Anna selalu menggunakan jilbab Pasmira, sedangkan Husna menggunakan jilbab Rabbani. *sponsor*

P.S: Saya tidak menolak untuk nonton berkali-kali asalkan dapat free tiket 😀

Eden Lake

26 May

eden-lakeAkhirnya saya sudah menonton film Eden Lake, thriller British yang baru dirilis bulan September 2008 yang lalu. Sabtu kemarin saya beli DVD kumpulan film yang salah satu film didalamnya berjudul Eden Lake. Saya excited sekali sama film itu setelah baca  reviewnya Awank di milis wongkito.

Tokoh utama film ini adalah Jenny, seorang guru TK yang diajak berlibur ke daerah pinggiran kota oleh pacarnya yang bernama Steve. Disana juga Steve berniat melamar Jenny, tapi sayang sampai  filmnya selesai kita tidak akan melihat adegan will you marry me-nya Steve ke Jenny.

Konflik dimulai ketika Steve dan Jenny pergi ke Eden Lake, disana mereka bertemu dengan sekelompok anak nakal berusia kira-kira 11-15 tahun. Steve yang merasa terganggu dengan kehadiran mereka mencoba menegur dan mengingatkan, namun Steve tidak digubris. Sekelompok anak nakal itu malah menjahili Steve dengan berbagai keisengan mulai dari yang kecil hingga yang besar, sampai akhirnya mereka menebar teror dan melakukan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan, damn it!

Adegan Steve dan sekelompok anak nakal inilah yang sukses membuat saya histeris. Membuat saya emosi dan ingin menggeprak-geprakan sesuatu- yang ada didekat saya waktu itu cuma remote, ponsel sama bantal. Alhasil bantal lah yang jadi sasaran pelampiasan saya. Setelah sukses memancing emosi sepanjang cerita, kita akan dibuat tercengang diakhir film, dan itu membuat saya geram. Huh!

Secara keseluruhan film ini sangat bagus. Dari segi cerita (mengusung tema kekerasan dan geng anak nakal yang kerap terjadi di UK sana) yang sukses memancing emosi penonton, akting yang memukau, dan ending yang tak terduga. Walaupun endingnya membuat geram, tapi justru itulah yang membuat film ini beda. Buat pencinta film-film British, It’s a must seen movie.

Oh ya, dibagian awal filmnya, kita seperti menonton film drama romantis.  Soalnya adegan yang disuguhkan ya cuma adegan romantisnya Steve sama Jenny saja. Makanya saya skip beberapa adegan diawal. Jika diurutkan dari awal-tengah-akhir, jadinya romantic-terrifying-surprising. Rating film ini menurut saya 8/10.

Sinetron Azizah

1 Nov
Ada yang suka nonton sinetron Azizah? Itu loh yang tayang di SCTV setiap hari jam 8 malem. Secara kebetulan pastinya saya ngikutin sinetron itu dari awal. Jarang-jarang loh saya nonton sinetron dari episode perdana. Saya bukan termasuk pencinta sinetron sih. Kalo drama Asia (khususnya Korea), nah itu baru oke, saya bela-belain deh supaya bisa nonton episode perdananya.

Sinetron Azizah dibintangi oleh Kirana Larasati (udah sering main sinetron tapi baru kali ini jadi peran utama), sama Miller (aktor pendatang baru di blantika persinetronan Indonesia, yang berasal dari negeri jiran, Malaysia). Miller berperan sebagai Raffi, lawan mainnya Kirana Larasati yang berperan sebagai Azizah. Kirana okelah…dia cukup bagus berperan sebagai Azizah, aktingnya kocak dan terkesan natural. Kalo si Miller, cute sih..tapi saya lebih suka lihat dia kalo lagi diem alias ga ketawa atau kelihatan gigi. Satu lagi, Miller tuh lucu banget kalo ngomong, secara dia logat melayu..eh ngomongnya pake bahasa gue-elo. Aneh aja dengernya. Apalagi kalo dia bilang pemulung, asli saya pengen ketawa ngakak..hahaha. Aneh banget deh dengernya.

Satu hal yang bikin saya kecewa karena ternyata ini sinetron plagiat juga, sama kayak sinetron lain. Pas episode pertama aja udah keliatan banget kalo tuh sinetron plagiat. Tapi kali ini bukan plagiat dari drama asia, seperti kebanyakan sinetron lainnya. Sinetron Azizah tuh plagiat telenovela Maria Cinta yang Hilang, yang dibintangi artis top dari Amerika Latin, Thalia (ketahuan deh suka nonton telenovela..hohoho :D). Kenapa yah sinetron sekarang banyak banget yang plagiat? Padahal kan banyak orang yang bisa buat cerita yang beda dan bermutu. Nanti deh saya post listing sinetron yang plagiat. Tapi saya heran juga..justru sinetron seperti itu yang ratingnya bagus. Apa karena itu makanya banyak PH yang memproduksi sinetron sejenis.