Creamy Cake

11 Jan

Kira-kira satu bulan yang lalu saya belanja keperluan wanita di salah satu toko kosmetik di Palembang, salah satu belanjaan saya yaitu bedak Pixy UV Whitening Creamy Cake. Sebelumnya saya memang menggunakan bedak Pixy, tapi yang jenis Two Way Cake. Lalu tertarik untuk mencoba Creamy Cake ini karena beberapa teman saya ada yang memakainya dan keliatannya bagus. Pixy Creamy Cake ini tekstur bedaknya lembab, tidak kering seperti Two Way Cake.

Waktu pemakaian pertama terlihat perfect di wajah, menempel sempurna dan saya tidak perlu menggunakan pelembab/alas bedak (karena memang sudah ada kandungan alas bedaknya). Tapi beberapa jam kemudian bedaknya jadi kelihatan menumpuk di wajah, seperti pake alas bedak tidak merata. Sempet nyesel banget beli Creamy Cake, rasanya itu bedak pengen dikasihin aja ke siapa gitu. Tapi akhirnya tetep saya teruskan penggunaannya. Lama kelamaan baru deh itu bedak berhasil beradaptasi dengan wajah saya, sekarang sudah lebih baik keliatannya.

Jadi ya sesuatu yang awalnya tidak kita sukai, boleh jadi di kemudian hari sesuatu itu akan kita sukai. Di tahun 2011 kemarin saya pun mulai menyukai ikan Lele dan buah Duren, tadinya saya anti sekali memakan keduanya.

Advertisements

Mr. Pancake

9 Dec

Tempat : Mr. Pancake (Palembang Indah Mall 2nd Floor)

Coffee Cream Cookies & Blueberry Heaven : Rp. 26. 364,-

Iced Tea : Rp. 8.000,-

Rasa : Enak. Ga pake banget. Masih lebih enak pancake Don Cafe.

The Adventures of Tintin : The Secret Of The Unicorn

9 Dec

Saya bukan penggemar komik Eropa karena sejak kecil saya lebih akrab dengan komik Jepang (manga), lalu beranjak remaja saya mulai mengenal komik Korea (mahnwa), namun begitu saya cukup familiar dengan tokoh Tintin (dalam bahasa aslinya dilafalkan Tangtang), walaupun tidak pernah membaca satu pun serial komiknya.

Tapi, begitu tahu bahwa kisah wartawan muda berjambul ini akan dibuat film, terlebih lagi filmnya akan disutradarai oleh Steven Spielberg & Peter Jackson, maka saya pun antusias sekali menunggu kehadiran film ini tayang di bioskop. Setelah 7 bulan lamanya menunggu, akhirnya saya bisa menyaksikan The Adventure of Tintin : The Secret of the Unicorn.

Dahulu terdapat sebuah kapal legendaris, Unicorn, milik Kapten Francis Haddock. Kapal tersebut tenggelam setelah berseteru melawan perompak Red Rackham. Beruntung Francis Haddock berhasil menyelamatkan diri dan membawa sebagian hartanya, sementara Red Rackham hilang tenggelam bersama Unicorn.

Francis Haddock menyimpan hartanya di sebuah rumah yang tidak diketahui. Petunjuk untuk menemukan rumah tersebut ada pada gulungan kertas yang diselipkan pada tiga buah miniatur Unicorn. Dua buah miniatur ada pada Ivanovitch Sakharine dan Tintin. Sakharine kemudian menculik Tintin untuk merebut miniatur yang ada padanya. Tintin disekap di atas kapal Karaboudjan. Disana ia bertemu dengan Kapten Archibald Haddock, keturunan terakhir Francis Haddock. Belakangan diketahui pula bahwa Ivanovitch Sakharine adalah keturunan Red Rackham.

Tintin dan Archibald Haddock yang berhasil menyelamatkan diri kemudian memulai petualangan mereka berburu miniatur terakhir, tentu saja Tintin ditemani oleh anjing setianya, Snowy (aslinya bernama Milo?). Mereka pun harus bersaing dengan Sakharine yang juga memiliki misi yang sama. Lalu apakah Tintin & Haddock atau Sakharine yang berhasil mendapatkan harta peninggalan Francis Haddock? Tonton dan nikmati sendiri petualangan Tintin, Snowy dan Kapten Haddock. 😉

Film ini merupakan film animasi motion capture seperti pada film The Polar Express, A Christmas Carol, Avatar, dan lain sebagainya. Suguhan visual yang disajikan benar-benar memanjakan mata saya. Sebuah film kartun namun terlihat lebih hidup. Gambarnya sangat detail dan terlihat nyata, terutama tekstur wajah para tokohnya, bangunan, laut, padang pasir, semuanya. Ceritanya juga seru dan menghibur. Ulah detektif Thompson dan Thomson beberapa kali membuat saya tertawa. Cerdiknya Snowy serta kekonyolan Archibald Haddock juga jangan dilupakan. Secara keseluruhan saya puas dengan film ini. Can’t wait for the sequel!

Berikut kutipan  percakapan yang saya suka, antara Tintin dan Kapten Haddock, agak tidak menyangka kapten Haddock yang mengucapkan kata-kata tersebut.

Captain Haddock : I thought you were an optimist.
Tintin : You were wrong, weren’t you? I’m a realist.
Captain Haddock : Ah, it’s just another name for a quitter.
Tintin : You can call me what you like. Don’t you get it? We failed.
Captain Haddock : Failed. There are plenty of others willing to call you a failure. A fool. A loser. A hopeless souse. Don’t you ever say it of yourself. You send out the wrong signal, that is what people pick up. Don’t you understand? You care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There’s something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat you. 

Bagaimana menurut kalian yang sudah membaca komik Tintin? Apakah ceritanya sesuai dengan apa yang digambarkan di komik?

I’m Tired Of Waiting For You

14 Sep

Yes, I’m tired of waiting for your Welcome email, dear Pottermore.

What if my Welcome email arrives at the end of September? Well then I’m not really the lucky people who can access Pottermore early -_-. Some of my friends (especially from Tumblr) already got their Welcome email, and they are talking about it!! They can access Pottermore, playing there, asking each other username, ugh i’m so damn jealous?! where the hell is my Welcome email??? -_-

City Hunter, Drama Action Pertama Lee Min Ho [Part 2]

12 Sep

Lee Jin Pyo yang dipenuhi rasa marah karena dikhianati oleh negaranya sendiri pergi ke rumah Moo Yul dan menculik anaknya. Ia meninggalkan surat untuk istri Moo Yul. Nah awalnya saya sempet kesel sama Jin Pyo, koq anaknya Moo Yul diculik sih? tapi semuanya akan terjawab kemudian. Jin Pyo membesarkan anak Moo Yul yang kemudian ia beri nama Lee Yun Sung (ini dia tokoh yang diperankan oleh Lee Min Ho oppa). Lee Yun Sung dibesarkan dan dididik ala militer oleh Jin Pyo.

Singkat cerita Yun Sung akhirnya mendapatkan gelar Ph.D dari MIT, ia kemudian bekerja di Istana Kepresidenan, Blue House, menangani masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tidak ada yang tahu identitas Yun Sung yang sebenarnya bahwa dia adalah putra dari salah satu pasukan khusus. Pun tidak ada yang tahu bahwa Jin Pyo satu-satunya pasukan khusus yang masih hidup. Jin Pyo mempunyai misi untuk membalas dendam kepada lima orang politisi yang merencanakan misi khusus pada 9 Oktober 1983, yang juga menewaskan Ayah Yun Sung. Lee Yun Sung adalah alat Jin Pyo untuk membalas dendam. Nyawa harus dibayar dengan nyawa, itulah prinsip Jin Pyo. Hal tersebut bertentangan dengan Yun Sung yang tidak ingin ada pertumpahan darah, ia ingin membalas dendam dengan caranya sendiri.

Lee Yun Sung kemudian bertemu dengan Kim Na Na (Park Min Young), gadis yang sudah lama dikenalnya lewat foto, yang juga bekerja di Blue House sebagai pengawal putri Presiden, Choi Da Hye (Go Ha Ra). Selanjutnya drama balas dendam dan percintaan pun dimulai.

Ditengah perburuan Lee Yun Sung dalam membalas dendam, ia akan berhadapan dengan Jaksa Kim Yung Ju (Lee Jun Hyuk), orang yang sangat berniat untuk mengungkap jati diri Yun Sung yang sebenernya. Nah, mampukah Yun Sung membalas dendam terhadap 5 orang politisi tersebut? Bagaimanakah cara Yun Sung membalas dendam terhadap mereka? Bagaimana pula kisah cintanya dengan Kim Na Na? Silakan nonton sendiri ya serial drama satu ini, ga seru kan ya kalo saya ceritain sampe abis 😛

Lee Jin Pyo, Lee Yun Sung, Kim Yung Ju, Kim Na Na, Choi Da Hye, Jin Su Hee (Kim Yung Ju ex-wife)

Komentar saya :

  • Lee Min Ho keren banget disini mainnya, banyak adegan action berbahaya yang dia lakukan sendiri, tanpa bantuan stuntman loh! Mana cakep banget lagi, suka sama gaya rambutnya disini.
  • Gadgets yang digunakan bikin ngiler gila.
  • Meski ceritanya action, detektif juga, tapi tetep ada lucunya, khas Korea lah ya.
  • Akan banyak rahasia yang terungkap, unpredictable.
  • Menegangkan, harap-harap cemas, mengharukan, menyedihkan, mengaduk-aduk emosi, saya sempet nangis beberapa kali.
  • Endingnya tidak mengecewakan, walau ada beberapa tokoh yang harus tewas, Yun Sung dan Kim Na Na tetap hidup pada akhirnya.
  • OST-nya baik itu lagu maupun Instrumen, semuanya bagusss, saya suka banget deh.
  • Jangan dibandingin sama cerita di komiknya ya, just enjoy the story here 😉

City Hunter, Drama Action Pertama Lee Min Ho [Part 1]

8 Sep

Yay! Akhirnya update blog juga 😛 lebih dari empat bulan blog ini jablay 😆

Saya akan membahas serial drama Korea yang baru selesai saya tonton. Judulnya City Hunter, yang merupakan drama terbarunya Lee Min Ho, kali ini dia dipasangkan dengan artis cantik Park Min Young. Di Korea sana, City Hunter ini sendiri baru selesai tayang tanggal 28 Agustus 2011 dan mendapatkan rating yang sangat bagus. Mungkin ada yang sudah pernah mendengar City Hunter sebelumnya, iya drama ini memang diadaptasi dari komik jepang dengan judul sama, sudah pernah ada filmnya juga yang dibintangi oleh Jackie Chan.

Cerita dimulai pada 9 Oktober 1983 saat Presiden Korea Selatan tengah melakukan pertemuan resmi di Musoleum Martir Aung San, Myanmar. Saat itu terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden, sebuah bom meledak di tempat pertemuan tersebut menewaskan 21 orang dan 46 lainnya luka-luka. Bom tersebut diledakkan oleh mata-mata Korea Utara. FYI, bagian ini diangkat dari kisah nyata.

Seoul, 9 Oktober 1983, seorang wanita yang bernama Lee Kyung Hee melahirkan seorang anak laki-laki yang merupakan putra dari Park Moo Yul, pengawal Presiden yang saat itu tengah berada di Myanmar. Ia terkejut dan cemas begitu mendengar berita terjadi ledakan bom di tempat suaminya berada. Syukurlah suaminya selamat dalam kejadian tersebut. Setelah insiden tersebut, Park Moo Yul kembali ke Korea untuk menjenguk istrinya bersama rekannya sesama pengawal presiden, Lee Jin Pyo.

Lima politisi tinggi Korsel geram atas perbuatan Korut tersebut, mereka berunding dan merencanakan misi penyerangan diam-diam terhadap Korut tanpa persetujuan Presiden. Penyerangan tersebut dipimpin oleh Park Moo Yul dan Lee Jin Pyo bersama 19 orang pasukan terpilih. Rencananya 21 orang tersebut akan menyamar menjadi pasukan Korut dan menyusup ke Pyongyang, selanjutnya mereka akan membunuh beberapa jenderal Korut sebagai balas dendam terhadap kematian puluhan pejabat Korsel.

Ditengah kepergian pasukan khusus ke Korut, lima politisi tadi berubah pikiran dengan pertimbangan misi tersebut tanpa persetujuan Presiden, tentu Presiden tidak akan mengirim pasukan bantuan apabila terjadi hal buruk terhadap 21 orang pasukan khusus. Selain itu, apabila pasukan khusus sampai tertangkap dan mereka ketahuan berasal dari Korsel, hal tersebut akan semakin memperkeruh situasi di semenanjung Korea. Pertimbangan lainnya adalah perjanjian keamanan tiga negara antara Korsel, Jepang, dan Amerika. Jadi akhirnya 21 orang pasukan khusus tersebut akan dibunuh guna melenyapkan bukti dan misi tersebut tidak akan pernah ada yang tahu kecuali lima orang politisi tadi.

Pasukan Korsel berhasil menyusup ke Pyongyang, mission accomplished. Pasukan bergegas kembali ke Korsel, mereka dijanjikan akan dijemput oleh kapal di laut Nampo. Begitu kapal tiba, satu persatu pasukan ditembaki hingga tewas. Tentu saja mereka kaget, Lee Jin Pyo sempat berteriak, “kenapa?! kenapa?! kami pasukan kalian!!!”, namun tembakan tidak berhenti. Park Moo Yul melihat sniper mengarahkan senjata kepada Lee Jin Pyo, dengan segera ia menghalanginya dan menenggelamkan Jin Pyo ke dalam laut sehingga ia tidak terlihat. Park Moo Yul yang tengah diujung nyawa sempat berpesan kepada Lee Jin Pyo untuk tetap hidup guna merawat anak dan istrinya. Kemudian Park Moo Yul menghembuskan nafas terakhirnya, Lee Jin Pyo melepaskan mayat Moo Yul yang perlahan tenggelam dan memberikan penghormatan terakhirnya.

Bersambung ke Part 2.

Ca Fait Mal

4 Apr

Qu’elle était belle à tes côtés
Sur ta voix son corps dansait
Dans ses dentelles virevoltait
L’effet d’un corps de ballet
Papa, tu as pris la route sans dire adieu
Papa, tu as laissé son corps je t’en veux

Refrain :
Ca fait mal de vivre sans toi
Elle a mal et tu ne t’imagines même pas
Comme ça fait mal de rire sans toi
Elle a mal et tu ne reviendras pas

Qu’elle était belle à tes côtés
Dans son regard je voyais
Que tu faisais d’elle un conte de fées
Sur toi elle se reposait
Papa, tu as pris la route sans dire adieu
Papa, tu as laissé son coeur je t’en veux

Refrain :
Ca fait mal de vivre sans toi
Elle a mal et tu ne t’imagines même pas
Comme ça fait mal de rire sans toi
Elle a mal et tu ne reviendras pas

Oh non Papa, tu ne reviendras pas

Refrain :
Ca fait mal de vivre sans toi
Elle a mal et tu ne t’imagines même pas
Comme ça fait mal de rire sans toi
Elle a mal et tu ne reviendras pas

*nangis*