Tag Archives: palembang

I Miss Dancing

30 Apr

Back when I was a child, I spent my elementary school in East Jakarta till fifth grade. I took a dance class at Sanggar Yusnita, located around Kayu Manis. There, I learn traditional and modern dance. I started to learn Jaipong, a popular traditional dance from West Java. My trainer said that i’m a fast learner. It doesn’t take a long time for me to memorize all the movements, hahaha. That’s why eventhough I’m a new comer in the class, my trainer count me in to perform at Taman Mini Indonesia Indah (TMII). It was my first experience perform in front of so many people.

In the 90s (I forgot the exact year), There’s a tv show at Indosiar called “Pesta Ceria“, hosted by Violetta Sayna, Erina GD and Yoga, remember? I perform my modern dance at Pesta Ceria. I’m one of the background dancers for a Trio singer. I don’t remember their name, but for sure They’re not Trio Kwek-Kwek. That’s my first experience into a television, hahaha.

Actually the pics are more than three. Including my pics at Pesta Ceria. But I can’t find them all.  Those are the pics which I found left in my house.  Now, I’m kinda miss dancing. I wanna learn some traditional dance from Palembang.

Berkenalan Dengan Trans Musi

2 Mar

Palembang saat ini sudah memiliki angkutan umum berupa bus  yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Palembang. Sejak beberapa hari yang lalu Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi telah resmi beroperasi di Palembang. BRT Trans Musi ini menurut saya sama seperti BRT Trans Jogja, dari segi bus yang digunakan, halte yang minimalis, serta tidak adanya jalur khusus untuk beroperasi. Berbeda dengan Trans Jakarta yang memiliki jalur khusus untuk beroperasi dan halte yang lebih besar.

Kemarin sore sepulang kerja saya mencoba naik Trans Musi. Dari kantor yang letaknya di jalan Basuki Rahmat, saya diantar mobil kantor sampai ke jalan Sudirman. Berhentilah saya di halte Trans Musi yang ada di depan RSU. Muhammad Husein. Beruntungnya saya begitu tiba di halte Trans Musi, busnya sudah ada dan saya tinggal naik saja tanpa harus menunggu lama :lol:. Tapi sayang penumpangnya banyak sehingga saya harus berdiri selama 15 menit baru kemudian dapat tempat duduk. Tak apa lah yang penting saya sudah naik Trans Musi! *joget2 norak*

Halte Trans Musi depan PTC Mall

Bagaimana rasanya naik Trans Musi? Cukup Nyaman. Tidak akan kepanasan di dalam bus karena dilengkapi AC, telinga kita juga dimanjakan dengan lagu-lagu yang easy listening. Tidak seperti bus kota biasa yang seperti diskotik berjalan, musik berdentam-dentum memekakkan telinga. Tapi terkadang jika bernasib baik, bisa juga dapat bus kota biasa yang memutar lagu-lagunya MLTR atau N’Sync :mrgreen:.  Pengemudi Trans Musi juga baik, rapi, berseragam, dan ramah. Sopir Trans Musi ini telah memiliki Sertifikat Pengemudi Angkutan Umum (SPAU).  Kelemahan Trans Musi bagi sebagian masyarakat terletak pada pemberhentiannya yang tidak bisa berhenti di sembarang tempat sesuai keinginan si penumpang. Hal itu menyebabkan penumpang enggan naik Trans Musi bila tempat pemberhentiannya jauh dari halte Trans Musi. Tapi dengan Trans Musi pemberhentian bus jadi lebih teratur. Bus berhenti hanya pada halte-halte yang telah tersebar di berbagai titik.

Tarif BRT Trans Musi ini sebesar tiga ribu rupiah saja, selisih delapan ratus rupiah dari tarif bus kota biasa. Rencana kedepan akan menggunakan sistem Smart Ticketing untuk pembayaran biaya naik Trans Musi. Adalah CV Royal Teknik Medan yang berlisensi perusahaan Singapura menawarkan sistem pembayaran cara ini, ada tiga jenis kartu atau tiket pembayaran yang dapat diproduksi perusahaannya untuk pembayaran naik bus Trans Musi, tiga jenis kartu itu adalah Ticketing Management System, Smart Contactless Card System dan Close Management System. Dari jenis pelayanan tiket ini, Smart Contactless Card atau Smart Card yang paling mutahir. Kartu ini selain bisa menyimpan data pribadi dalam jumlah karakter ribuan juga bisa dipakai hingga seratus ribu kali gesek di mesinnya. Selain itu, kartu yang dimasukan chip ini mampu menjaga keamanan data karena dilengkapi kunci dan password dari si pemegangnya.

Nah, untuk warga Palembang, sudahkah mencoba naik Trans Musi? Saya sudah! 😀

Kilas Balik Wongkito

15 Apr
Saya turut serta mengikuti perkembangan wongkito, dari mulai belum terbentuk sampai sudah sebesar sekarang. Adalah mbak Nike yang pertama kali memberitahu saya bahwa akan dibuatnya sebuah agregator blogger Palembang, bekerja sama dengan seorang blogger yang bernama Ardy. Ternyata teman saya, Farhan, mengenal Ardy, jadilah akhirnya mbak Nike dan Farhan membicarakan tentang si Ardy ini. Saya pun hanya bisa mendengarkan pembicaraan mereka karena saya tidak tahu dengan orang yang dibicarakan. Sampai akhirnya saya menemukan blognya Ardy, setelah lihat-lihat blognya rasanya saya tidak asing lagi dengan wajahnya. Akhirnya saya baru inget kalo ternyata saya kenal Ardy. Saya pernah dikenalkan ketika ada sebuah acara di Hotel Budi. Yah ternyata dunia ini memang sempit, dan akhirnya saya tahu juga siapa Ardy yang dimaksud mbak Nike dan Farhan.

Ketika ada undangan kopdar blogger Palembang untuk pertama kali, saya gak bisa dateng dikarenakan ada kepentingan lain yang membuat saya harus membatalkan dateng ke kopdar. Padahal pengen banget dateng. Keesokan harinya setelah kopdar, saya diceritain mbak Nike gimana serunya kopdar pertama tersebut. Saya dijelasin tentang wongkito-nama komunitas blogger Palembang yang akhirnya disepakati, dengan Ardy sebagai ketua wongkito dan diwakili oleh Ari Bowo. Pada tanggal 16 November 2007 saya gabung di milis wongkito, cuma gabung aja belum ikut meramaikan milis, karena syarat untuk bisa ikut posting di milis harus melewati suatu tahap yang namanya Pecah Telok. Ini yang saya sukai dari wongkito. Yah walopun waktu pertama kali gabung saya tidak langsung melakukan Pecah Telok, karena belum siap dan mikirin gimana cara Pecah Telok yang baik. Saat itu saya bisa disebut sebagai Lurker. Sampai akhirnya saya Pecah Telok juga pada tanggal 29 Januari 2008. Hal itu karena melihat banyaknya orang yang sudah Pecah Telok. Jadi termotivasi untuk Pecah Telok juga.

Serunya gabung di wongkito selain bisa punya banyak kenalan sesama blogger, juga bisa jadi ajang silaturahmi. Saya bisa kenal Albasit, Ari Bowo, Idrus Fhadli dan Erie Khafif, yang mana mereka semua adalah senior saya waktu di SMAN 5 Palembang. Terus kenal Ardy tadi, seorang blogger narsis. Ada juga Jafis yang sedang dalam pencarian tulang rusuk yang hilang, Aulia yang ternyata sahabatan sama tetangga saya, serta para blogger lain yang semuanya punya keunikan tersendiri. Kini wongkito semakin mengepakan sayapnya, setelah berhasil menjadi mitra kerjasama Kapanlagi, wongkito akan mengadakan acara akbar untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Mei 2008. Acaranya yang bertajuk Wongkito Blogger’s Day dengan Tema ‘Asyiknya Jadi Blogger’itu bertempat di Ketty Resto, lantai 3 PIM (Palembang Indah Mall). Acara berlangsung dari pukul 13.00-17.00 dan akan dihadiri oleh Enda Nasution (Presiden Blogger Indonesia). Jadi, buat para blogger khususnya blogger Palembang jangan lewatkan acara ini, karena akan banyak sekali keuntungan yang didapat, salah satunya bertemu para blogger wongkito yang keren-keren.

ID Card Wongkito

19 Mar
Akhirnya ID Card komunitas blogger wong-kito selesai juga. Hasilnya cukup bagus, mirip sama Id Card di tempat saya bekerja, cuma beda warna. Kalo Id Card kantor warnanya perpaduan biru sama kuning. ID Cardnya mirip karena memang didesain oleh orang yang sama, yang jago desain, mau desain apa aja hasilnya tetep eye catching *lirik Pak Andi. Foto yang terpasang itu hasil croping dari foto pas kopdar kemaren, lumayan bagus sih, hehehe. Jadi inget seorang temen yang mengeluhkan hasil Id Cardnya, itu karena foto yang terpasang di Id Card miliknya tidak sebagus foto yang dia kasih, katanya sih begitu. Oh ya buat K’eRiek, ID Cardnya saya simpan dulu yah. Sekalian titip komik Death Note saya, ntar kalo ke Palembang jangan lupa dibawa yah!. 🙂

Gabung di Milis WongKito

30 Jan
Setelah sekian lama, akhirnya saya diterima secara resmi gabung di milis wong kito. Sebuah komunitas khusus buat para blogger Palembang. Setelah melewati proses yang namonyo pecahke telok, pak ketua menyatakan bahwa saya lulus. Itu artinya saya bisa ikut posting di milis. Seperti kata K’Eriek, gak seru kalo cuma jadi pembaca setia. Semangat buat yang namanya pecahke telok karena tanggal 7 nanti ada kopdar wong kito dan saya pengen ikut, makanya saya mencoba untuk bersosialisasi terlebih dahulu di milis dengan para member wong kito. Tadinya sih saya gak pede gabung disana, coz blog saya jarang di update. Apalagi saya lihat yang gabung disana kebanyakan para blogger profesional dengan blog yang up2date dan isinya bagus :(. Oh ya ntar mau pasang badge wong kito, kan udah resmi jadi member :).