Lunch Time at The Office
Suatu siang di ruang produksi (baca: ruang makan siang),
MY (teman saya): Ahhhh..tahun depan mbak udah 25,,tidaakkk!!
Saya : Emang kenapa mbak?
MY: Itu artinya udah memasuki masa2 dangerous buat cewek.
Saya : Hmm..karena belom nikah ya mbak. gak usah terlalu dipikirin deh mbak, baru 25 ini. mbak kan juga berkarir. *sok yes bgt deh omongannya*
MY : Ya bukan masalah karirnya,, tapi soal fertilitas. cewek kan kalo udah berumur diatas 25, tingkat kesuburannya mulai menurun.
Saya : Masa sih mbak?? perasaan banyak deh cewek2 yang umurnya 28 atau 30 baru nikah tapi cepet dapet anak. bahkan temen mamaku yg baru nikah umur 40 masih dapet anak koq”
MY : Iya emang ada, tapi jangan berpatokan kesana. pokoknya cewek kalo udah 25 itu udah dangerous soal fertilitas.
Saya : Iya deh..iya. *ngalah aja*
Sebelumnya sekitar pukul 11.00, manager baru di kantor, PM ke saya:
PR (manager baru) : Triana, ada gosip apa gak di kantor?
Saya : gosip apa pak? *pikir saya, si bapak nanya seolah2 saya ini bigoss deh ih*
PR : Apa aja, apa ada gosip tentang saya? bagi info donk? hehehe
Saya : hehehe,,gak ada gosip apa2 pak
![]()
PR: tentang saya juga gak ada? ada yang kurang baik gak? saya lagi mau koreksi diri?
PR : gak ada gossip apa2 koq tentang bapak, so far so good
RS : beneran ya?? soalnya saya ini lagi banyak kerjaan
Saya : Iya beneran pak
![]()
PR : oke deh, thanks ya infonya
Kembali ke ruang produksi,
Saya: Eh, tadi Pak RS nanya2 loh mbak *ceritain soal PM diatas*
Huahahah..begitulah, waktu makan siang jadi ajang untuk bergossip saling bertukar informasi. Bertukar pikiran membicarakan kehidupan pribadi, sosial, film, musik, atau bahkan cerita seputar divisi masing2. Terkadang obrolan yang agak serius, mengundang tawa, mulai dari cerita jayus sampe hal-hal yang malu2in.
Itulah serunyaaa,, jadi waktu makan siang gak hanya mendengarkan suara sendok garpu saling bertabuhan, tapi juga ada hal yang dibahas dan worth it. Eh, cerita diatas itu hanya sebagian besar yang nyeleneh koq
Filed under: Corat-Coret, Friendship. | 7 Comments
Tags: fertilitas, gossip, karir, seputar kantor
Kondangan KCB 2
Apa yang biasa kamu lakukan di hari minggu? Kalau saya, aktivitas di hari minggu, kalau tidak ada kondangan ya paling di rumah saja. Mencuci, menyetrika, bersih-bersih rumah, atau jika sedang malas ya tidur seharian.
Kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan salah satu dosen ditempat saya bekerja. Acaranya berlangsung di gedung SMKN 3 Palembang. Seharusnya saya datang bersama Ilham, tapi karena saya bangun kesiangan, akhirnya saya ditinggal. Jadilah saya pergi diantar oleh kakak saya. Saya tiba di tempat kondangan jam setengah dua belas, dan sudah ramai para undangan. Saya langsung bergabung dengan rombongan teman saya.
Saya lihat konsep resepsi yang ada begitu tertata, saya suka pelaminannya yang simple dan elegant, dengan motif renda warna hijau muda kombinasi putih. Kedua mempelai menggunakan baju adat Palembang berwarna keemasan, cantik sekali.
Sepulang kondangan saya dan 4 orang teman saya beralih ke International Plaza (IP) dengan tujuan ke Studio 21, kami akan menonton Ketika Cinta Bertasbih 2. Biasanya, saya selalu menonton di Studio 21 Palembang Indah Mall (PIM), tapi kemarin teman-teman saya mengajak menonton di IP saja dengan pertimbangan harga tiket untuk akhir pekan di studio 21 IP lebih murah dari Stuio 21 PIM. Walaupun kenyamanannya jelas sangat berbeda.
Selama kurang lebih dua jam berada di dalam studio yang kurang terasa sejuk dan seperti bau obat, empat kali saya ketetesan air yang entah air apa itu. Tiga kali filmnya putus-putus dan harus menunggu beberapa detik sampai kembali normal. Sampai ada satu penonton yang nyeletuk, “maklumin aja lah, namanya juga harga 20 ribu”. Kalau kata Huang juga, pengalaman 20 ribu, hwhwhwhwhw.

Meskipun saya tidak menonton KCB 1, dan sebagai orang yang telah lebih dulu membaca novelnya, menurut saya KCB 2 cukup bagus, cukup menghibur, dan cukup mengharukan. Ratingnya 3.5/5. Saya suka melihat pemeran Furqon ketimbang Azzam, lebih suka Husna daripada Anna, dan suka sekali melihat Asmirandah berjilbab. Ilham yang duduk disebelah saya pun sampai terkagum-kagum. Beberapa hal yang saya tangkap dari KCB 2, antara lain:
- Kalau memang sudah jodoh tidak akan kemana. Walau prosesnya berliku, pada akhirnya Azzam dan Anna bertemu juga dalam suatu pernikahan.
- Kalau ingin mencari istri tidak perlu cantik, yang penting enak dipandang.
- Latar belakang pendidikan itu penting, paling tidak harus sama-sama Sarjana.
- Pilihan orang tua itu patut diperhatikan, apalagi naluri seorang ibu. Seperti ibunya Azzam yang memang sudah sangat menyukai Anna sejak awal.
- Perlu ikhtiar dan tawakal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, begiu juga dalam mencari jodoh.
- Anna selalu menggunakan jilbab Pasmira, sedangkan Husna menggunakan jilbab Rabbani. *sponsor*
P.S: Saya tidak menolak untuk nonton berkali-kali asalkan dapat free tiket
Filed under: Friendship., Nikah, Review, Wanita | 6 Comments
Tags: jodoh, ketika cinta bertasbih 2, palembang indah mall, pernikahan, studio 21 international plaza
Postingan kali ini basbang sebasbang-basbangnya, ditambah lagi karena tidak adanya skrinsut. Ini hanya untuk melengkapi postingan saya sebelumnya.
Melanjutkan cerita saya, jadi gathering kemarin itu hanya dihadiri oleh saya seorang dan dua orang teman saya yang bukan anggota milis CC. Saya mengajak mereka atas perintah dari Mbak Mei, sekedar untuk meramaikan saja. Sedikit kecewa karena ternyata yang datang tidak seramai tahun lalu. Tahun lalu ada sekitar 10 orang yang hadir. Memang susah untuk mengumpulkan semua anggota milis yang ada di Palembang. Paling tidak harus ada satu orang yang inisiatif menggerakannya. Supaya sisterhood yang ada juga terjalin di dunia nyata, tidak hanya di dunia maya. Seperti anggota milis yang ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan sekitarnya. Mereka sangat kompak, sering mengadakan acara-acara seru seperti rafting bareng, bakti sosial, garage sale, nonton bareng, dll. Mbak Rina pun meminta saya untuk menggerakan teman-teman milis yang ada di Palembang. Ok, I’ll try Mbak
.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00. Kami pun menyudahi pertemuan siang itu, karena para tim redaksi harus bersiap-siap untuk ke acara malam final Pemilihan Putri Sumsel 2009. Kami dipersilahkan datang jika ingin ikut menyaksikan acaranya. Saya dan Kiki sebenarnya tidak terlalu excited karena sebelumnya kami sudah pernah menyaksikan acara serupa. Tapi Winda penasaran ingin menyaksikannya langsung. Akhirnya saya dan Kiki mengalah mengikuti keinginan Winda. Sebelum pulang, kami bertiga diberi goodie bag CC dan dua buah voucher Solaria senilai total seratus ribu rupiah.
Acara berlangsung pukul 19.00, sembari menunggu waktu kami jalan-jalan mengitari PIM. Sore itu kebetulan saya bertemu dengan dua teman SMA saya, Eko dan Okto. Kami pun mengobrol sambil ber-hotspot ria menggunakan netbook milik Okto. Obrolan seputar kuliah, kerjaan, dan masa SMA. Ternyata soal salary, Okto tidak segan menyebutkan berapa nominal yang dia dapat. Ternyata salary-nya sangat besar, berapa kali lipat gitu dari salary saya. Membayangkan betapa tercukupinya dia.
Sehabis maghrib, Saya, Kiki, dan Winda bergegas menuju Aryaduta. Setiba disana kami langsung menuju ballroom-nya dan tak lupa memakai name tag media. Tak disangka disana saya bertemu dengan Goig, kami duduk di meja yang sama. Kami mengikuti acara dari awal hingga pertengahan. Sekitar pukul 21.00 kami bergegas pulang. Sebelum pulang, Mbak Pingkan memberi kami goodie bag dari Mustika Ratu.
Hari itu sangat melelahkan, sekaligus juga menyenangkan karena kami mendapat banyak goodie bag+voucher, juga pengalaman bertemu dan membicarakan banyak hal dengan orang-orang dari media entertainment. Well, semoga tahun depan saya bisa ikut lagi di acara serupa. Terima Kasih CC.
Filed under: Activity, Kopdar, Wanita | Leave a Comment
Tags: cita cinta, entertainment, gathering, media, milis, putri sumsel 2009
Sudah dua bulan blog saya ini tidak terupdate. Blog jablay istilahnya, pemiliknya pun jablay. Saya lebih sering blogwalking, dan membaca tulisan-tulisan yang menarik, berbobot, dan bisa memberikan inspirasi serta motivasi juga pemahaman baru bagi saya. Terkadang saya berkeinginan untuk membuat tulisan serupa, tapi saya merasa belum capable untuk itu.
Hari minggu kemarin (16/08/09), ada dua acara yang seharusnya saya hadiri. Pertama, menghadiri resepsi pernikahan adik bos saya. Kedua, ikut gathering milis pembaca Majalah Cita Cinta (CC) yang berlangsung di resto Solaria PIM (Palembang Indah Mall). Acara pertama tidak jadi saya hadiri karena pagi itu ada sedikit permasalahan di rumah, sehingga saya terbawa perasaan sampai akhirnya menangis. Tidak mungkin saya datang ke resepsi pernikahan dengan mata merah dan sedikit sembab. Padahal kado sudah dibeli sehari sebelumnya. Jam pun sudah menunjukkan pukul 11.00, sudah kesiangan. Datang langsung makan sepertinya tidak enak ya.
Setelah perasaan sedikit membaik, dan wajah pun terlihat lebih baik, saya memutuskan untuk datang ke acara gathering milis CC. Saya datang bersama dua orang teman, Kiki dan Winda. Seharusnya juga ada Ocha, tapi dia berhalangan hadir karena harus menemani sang pacar yang baru datang dari Jakarta, ihiiyyy .
Tibalah kami bertiga di PIM, saya dan Kiki memakai baju sesuai dresscode “Touch of Red”, sedangkan Winda memakai baju warna ungu. Sampai di Solaria saya langsung mengenali Mbak Mei dari CC yang memakai baju merah. Kami langsung bergabung dengan Mbak Mei dan teman-temannya. Ada Mbak Rina yang juga dari CC, serta Mbak Pingkan dari management Putri Indonesia perwakilan Jakarta.
Oh ya, kedatangan tim redaksi CC ke Palembang dalam rangka liputan Final Putri Sumsel 2009 yang berlangsung malam harinya di Hotel Aryaduta. Jadi sekalian gathering dengan anggota milis CC yang ada di Palembang.
Begitu tiba di lokasi kami langsung disuruh memesan makanan, kami bertiga memilih Chicken Cheesy Steak yang disajikan dengan French Fries serta Ice Green Tea Import *kompaknya kami bertiga*. Sambil menunggu makanan datang, Mbak Rina memulai obrolan santai seputar CC. Tidak lama kemudian datanglah Mbak Anna dari Suara Pembaruan dan Mbak Citra dari Cosmopolitan. Mereka berdua satu hotel dengan tim redaksi CC. Suasana pun bertambah ramai dan makin seru dengan obrolan-obrolan yang menarik.
Eh, ternyata ada loh artis cewek blasteran kita yang di black list oleh Cosmopolitan. Gara-garanya begini:
Wartawan Cosmo: “Mbak XXX wawancara dong, kita dari majalah Cosmopolitan”
Artis XXX: “What??? am I a bitch” *dengan gaya bicaranya yang khas*
Wartawan Cosmo: “@#$%^&*…ebusyett…emang dia pikir kita majalah apaan? ” *gondok setengah mampus terus langsung ngabur*
Muahahahaha…sejak dari situ, bisa dipastikan tidak ada lagi pemberitaan seputar artis tersebut di Cosmopolitan, apapun itu.
to be continue…
Filed under: Activity, Corat-Coret, Friendship., Kopdar, Wanita, artis | 9 Comments
Tags: cita cinta, dresscode, gathering, milis, PIM, solaria
It’s Not About The Right Person

Love is not about finding the right person, but creating a relationship. It’s not about how much love you have in the beginning, but how much love you build till the end (Anonim).
Filed under: Curhat, Feeling, Quote | 13 Comments
Tags: about love, cinta, kehidupan, Quote, relationship, right person
Kemarin sore, saya menyempatkan diri berkunjung ke PS (Palembang Square) Mall bersama rekan saya. Kedatangan kesana untuk membeli headset sekaligus melihat edufair yang sedang berlangsung di atrium PS Mall. Kebetulan tempat saya bekerja turut berpartisipasi dengan mengadakan workshop yang berlangsung dari tanggal 7 sampai dengan 13 Mei 2009.
Satu yang menarik perhatian saya adalah penampilan Mina Nakagawa, seorang musisi handal yang juga Demonstrator utama Yamaha Musik. Acara yang bertajuk Mina Nakagawa From Japan Road Show 2009 ini bekerja sama dengan Sekolah Musik Swara Indah. Penampilan Mina sendiri berlangsung mulai pukul 19.00.

Mina memainkan beberapa lagu dengan menggunakan digital piano Yamaha Clavinova. Lagu pertama yang dimainkan adalah Twinkle-Twinkle Little Star. Mina bermain sambil sesekali menjelaskan fitur-fitur yang ada pada alat musik yang ia mainkan, dengan didampingi oleh seorang translator.
Saya sendiri sangat menikmati setiap alunan musiknya. Saya terkesima dengan penampilan Mina malam itu. Walaupun lagu yang dimainkan biasa saja. Baru pertama kali saya melihat secara langsung penampilannya. Aksi panggung yang bagus karena Mina sangat mampu berinteraksi dengan penonton. Sambil tak hentinya ia menebar senyum.
Sayang saya tidak menonton pertunjukkannya sampai selesai. Baru 15 menit menonton, saya sudah ditelepon kakak saya. Disuruh lekas pulang karena ia sudah menunggu di parkiran.
Jadwal Road Show Mina setelah dari Palembang, akan mengunjungi kota-kota berikut:
08 Mei 2009 Istana Plaza, Bandung
09 Mei 2009 Cilandak Town Square, Jakarta
10 Mei 2009 Supermal Karawaci, Tanggerang
nb: foto diambil dari sini, karena saya tidak sempat mengambil gambar pada saat pertunjukkan berlangsung.
Filed under: Activity, Corat-Coret, Review, Wanita, artis | 18 Comments
Tags: edufair, mina nakagawa, musisi, palembang square mall, piano, yamaha clavinova, yamaha musik
Aura Negatif
Pernah gak sih ketemu orang yang bawaaanya tuh negatif mulu, belum apa-apa mikirnya udah yang nggak-nggak aja. Dikasih kerjaan yang diluar kebiasaan, yang menurut kita itu tantangan, eh dia malah bilang gak mampu, gak bisa, dan sebagainya lah. Padahal kan belum dicoba, bukankah kita nggak akan pernah tau kita bisa atau nggak sebelum kita mencobanya.
Belum lagi orang-orang yang berpikiran negatif atas apa yang menjadi pilihan kita. Seperti halnya saya yang memilih untuk menjalin hubungan antar kota antar propinsi. Banyak sekali komentar-komentar negatif dari orang-orang disekeliling saya.
“LDR?? kuat?? wkwkwk”
“ngapain sih nyari yang jauh, yang deket kan banyak”
“iya nih, yang deket aja kadang susah, apalagi yang jauh”
“jangan terlalu percaya sama cowok deh, ntar nyesel loh”
“yakin dia gak macem-macem disana??”
“gw mah ogah deh pajero, makan ati ntar”
“makanya mbak, nyari cowok tuh yang deket aja. kan bisa anter jemput tepat waktu”
Yang terakhir itu komentar temen kantor kalo saya lagi uring-uringan nungguin kakak saya yang sangat lama menjemput. Waiting is annoying.
Lihat…gak ada yang komentarnya bagus kan. Pikiran negatif semua
. Belum lagi komentar soal perbedaan usia saya dan dia yang cukup jauh. Kita beda 7 tahun.
“what?? 7 tahun?? dewasa banget ih”
“seumuran kakak gw tuh”
“tau nih, apa lo gak segan tuh”
Yah…begitulah. Kadang komentar negatif membuat setan dalam hati saya ikut bicara, sehingga membuat saya ingin cari pacar lagi disini. ![]()
Menurut buku The Secret, pikiran itu mempengaruhi diri kita. Apa yang kita pikirkan, maka akan seperti itulah yang terjadi. Adanya hukum tarik menarik atas apa yang kita pikirkan.You are what you think.
Memang benar adanya bahwa kita harus mempersiapkan atas segala kemungkinan terburuk. Tapi jangan lantas hal tersebut terus menghantui pikiran kita. Cobalah untuk berpikir positif. Pikirkanlah yang baik-baik saja. Tidak akan tenang hidup kita kalau terus-terusan berpikir negatif. Sebarkanlah aura positif kepada orang-orang di sekitar anda.
Filed under: Corat-Coret, Feeling, Opini, Pekerjaan, Wanita | 15 Comments
Tags: long distance relationship, motivasi, negatif thinking, pajero, pemikiran, teman, the secret
Canon PowerShot E1
Filed under: Corat-Coret, Request | 13 Comments
Tags: canon, kamera digital, plurk, wish list
Recent Entries
Categories
- Activity (6)
- artis (3)
- Belong to me (3)
- Birthday (1)
- Chic-ersTalk (1)
- Corat-Coret (11)
- Curhat (5)
- customer service (1)
- Egois (1)
- Favorit (1)
- Feeling (6)
- Friendship. (4)
- id card (1)
- Idealis. (1)
- Kopdar (3)
- Lirik (3)
- messenger (1)
- milis (1)
- Nikah (3)
- Opini (2)
- Pekerjaan (2)
- Pilkada (1)
- Quote (2)
- Renungan (4)
- Request (2)
- Review (7)
- Reward (1)
- serial tv (1)
- Uncategorized (3)
- Wanita (6)
- wong kito (2)
- wongkito (1)
Akhirnya saya sudah menonton film Eden Lake, thriller British yang baru dirilis bulan September 2008 yang lalu. Sabtu kemarin saya beli DVD kumpulan film yang salah satu film didalamnya berjudul Eden Lake. Saya excited sekali sama film itu setelah baca reviewnya 





